Halo sobat Ngomu, perkenalkan nama saya Robby Christy, CFP selaku co founder Finante & SolusiAsuransi.id, praktisi keuangan sejak 2013 dan saat ini aktif memberikan literasi dan inklusi keuangan baik secara online dan offline di Indonesia. Senang rasanya bisa ikut berkontribusi untuk buku Ngomu ini dan semoga apa yang disharingkan bisa menjadi manfaat bagi sobat ngomu kedepannya yak.

Mendengar kata Asuransi, mungkin sekilas kalau sobat Ngomu dengar soal ini, apa yang terbesit di pikiran kalian pertama kali? Bisa menjadi hal yg positif, bisa juga negatif, tentunya ini bisa terbentuk dari mendengar kata orang, atau bahkan mengalami sendiri secara pribadi. Terlepas dari itu semua, yuk kita coba explore asuransi itu sendiri.

Asuransi adalah satu satunya produk keuangan yang unik, karena ada 2 syarat, selain uang, kita perlu syarat kedua, yaitu kesehatan. Banyak orang menunda membelinya, dikarenakan ada kebutuhan lainnya. Padahal di piramida keuangan itu sendiri, asuransi menjadi salah satu prioritas dasar yang perlu dipenuhi, bersamaan dengan dana darurat, manajemen hutang dan arus kas yang positif.

Untuk sobat Ngomu yang merasa bingung, sebaiknya mulai dari mana untuk asuransi, apakah asuransi jiwa dulu, sakit kritis dahulu atau kesehatan? Tentunya ini ada panduan dan teman teman perlu mempelajari lebih detail fungsi masing masing ketiga asuransi di atas, yang tentunya saling melengkapi bukan saling menggantikan.

Sejak 2013 saya dan tim telah membantu lebih dari > 1000 pribadi dan keluarga untuk memiliki perencanaan asuransi yang terbaik , baik dari segi biaya dan kebutuhan, berdasarkan kebutuhan klien dari sudut pandang seorang CFP Profesional. Banyak cerita selama berkarya dalam proses pendampingan para klien kami. Tentunya sangat senang saat mendengar akhirnya mereka terbantu secara finansial saat terjadi resiko kehidupan, baik akibat meninggal, sakit kritis hingga dirawat dirumah sakit.

Semenjak masuk zaman covid 19, tentunya angka klaim di Indonesia naik secara signifikan, bahkan data terakhir BPS rata rata inflasi kesehatan di Indonesia tahun lalu menembus angka 13%, jauh diatas rata2 inflasi di sektor lainnya. Ada cerita menarik salah satu klien yang terbantu, karena telah memiliki asuransi kesehatan pribadi , selain yang dimiliki asuransi kantor. Saat ini sebut saja Bapak Y bekerja di salah satu perusahaan swasta nasional, berprestasi dan masuk di jajaran manajemen pusat di perusahaan tempat ia bekerja. Namun suatu hari beliau mengalami keluhan di kepalanya, dan setelah melakukan beberapa proses screening dan diagnosa medis, ternyata di diagnosa kanker nasofaring stadium lanjut. Apa boleh dikata, bapak Y memutuskan untuk mengambil proses penyembuhan melalui kemoterapi dan radioterapi sampai 3-5 bulan ke depan. Selain ada pengobatan obat secara oral. Proses kemoterapi nya pun sempat menyentuh angka 25jt per sesi di salah RS Swasta di Jaksel. Setelah dibantu proses claim berjalan, total pengobatan RS menyentuh angka sampai dengan 500juta. Untungnya semuanya itu dicover askes pribadi beliau yang memiliki limit puluhan M, dan tidak memakai askes kantor. Dan sebelumnya beliau sudah memiliki asuransi penyakit kritis senilai 500jt. Dengan memiliki 2 benefit asuransi ini, bapak Y terhindar dari kebangkrutan, karena asuransi kesehatan membayar seluruh biaya pengobatan di RS, dan ada santunan sakit kritis yang cair 500jt sebagai pengganti penghasilan selama proses penyembuhan dan tidak perlu menjual asset yang sudah dimiliki oleh bapak Y & keluarga. Saat ini bapak Y sudah sembuh dan bisa beraktivitas kembali secara normal, dan kita menjadi sahabat untuk diskusi soal literasi keuangan dan asuransi sebagai fungsi risk management di keuangan personal .

Cerita lain juga ada saat salah satu klien terbantu , pada saat suami bekerja dan mengalami kecelakaan kendaraan di jalan. Almarhum suami sebelumnya telah membeli asuransi jiwa senilai 1M , dan saat uang tersebut cair, istri dan anaknya tentunya akan sangat terbantu dalam hal finansial, karena alm suami telah memberikan dana untuk bertahan hidup dan menjamin dana pendidikan anaknya di masa depan. Tentunya akan sangat berbeda, kalau tidak ada asuransi jiwa, istri dan anak akan memulai kembali kehidupan baru tanpa “modal” yang kuat, apalagi saat itu sumber pemasukan keluarga hanya dari alm suami. Sehingga sangat menjadi booster untuk keluarga bisa bangkit kembali dan menjalani kehidupan secara normal, ingat asuransi jiwa bukan dibeli karena kita pasti meninggal, tetapi untuk memastikan yang ditinggalkan tetap bisa hidup normal ,walaupun sudah tidak ada kita.

Asuransi jiwa pun sebenarnya perlu dimiliki siapa saja, walaupun dia masih single, karena ada beberapa point yang dirasa seseorang perlu memiliki asuransi jiwa